Rabu, 16 Agustus 2017

Sebut saja pisang ricuh, pisang goreng krispi yang lagi hits dijaman kekinian adalah milik mahahasiswa yang berasal dari kampus islami yakni Universitas islam indonesia dan pisang ricuh ini adalah usaha berbasis cafe yang mana saat ini sudah mencapai 25 juta omset perbulannya, waw, masih mahasiswa sudah bisa berbisnis yang sangat luar biasa, saat ditemui di lokasi cafe pisang ricuh owner dari pisang ricuh sendiri terdiri dari tiga orang laki laki hebat yang mana mereka adalah mahasiswa tehnik informatika dan mereka bertiga adalah teman satu kelas dan teman saat masuk kuliah sehingga mereka membangun bisnis cafe pisang krispi ini, saat ditanyai mereka tidak menggangu jadwal kuliah saat berjualan dan saat ini mereka memiliki 4 orang karyawan yang mengoperasionalkan cafe nya, mereka bervisi untuk mengindonesiakan pisang ricuh ini dengan tujuan agar semua petani bisa merasakan keberhasilan ini, sudah banyak yang ingin menawarkan kerjasama namun mereka belum membuka peluang ini karena dengan alasan akan menguatkan manajemen dan meninggikan brand dahulu, setiap hari mereka meraup keuntungan 800 ribu lebih dengan jam buka mulai dari jam 3 sore sampai jam 10 malam banyak kerjasama yang mereka lakukan demi kelancaran bisnis, baik melalui sponsorship event bahkan ke ojek online, bisnis ini pun menjadi bisnis yang sangat menjanjikan sekali, karena untuk pecinta pisang sampai saat ini tidak ada matinya, setiap hari orang suka makan pisang apalagi pisang ricuh yang notabennya pisang krispi yang berlapis keju dan greentea ini, ketiga owner ini tergabung dalam organisasi sangat luar biasa di uii yang beranama unisi bisnis, yang mana organisasi ini bergerak dibidang pewadahan mahasiswa uii untuk berbisnis, dalam organisasi inipun diajarkan bagaimana berbisnis dan bagaimana memulainya dan bagaimana menjaga bisnis agar tetap eksis walaupun peimiliknya masih berstatus mahasiswa, banyak lagi pembisnis hebat di uii yang masih aktif kuliah, seperti karichips , lesgood, sahabat susu, keda mevia, es kolding, afifah MUA, banana grad , sego tampah, dan lainya, yang insyaAllah akan kita wawancarai guna memotivasi teman teman mahasiswa untuk berbisnis. (adj/UB) 17 agustus 2017
On Agustus 16, 2017 by BangAdi_GoodFather   No comments
Tingginya kebutuhan masyarakat untuk mengakses jasa pendidikan privat seakan tidak pernah surut. Tidak hanya les privat mata pelajaran yang diajarkan di jenjang sekolah, les privat bidang-bidang lain, seperti bidang olahraga, seni, keagamaan, bahasa dan hobi juga tidak kalah diminati oleh masyarakat. Sayangnya untuk mencari jasa les privat yang diinginkan, seringkali masyarakat masih kesulitan karena minimnya informasi. Jasa les privat biasanya masih terpaku pada jasa yang dikelola oleh lembaga bimbingan belajar. Sedangkan jasa les privat bersifat individu yang dapat diakses lewat media internet belum banyak dikenal. Adalah Muhammad Imam Baihaqi Aba atau yang akrab disapa Aba melihat hal itu sebagai peluang untuk menciptakan aplikasi jasa les berbasis marketplace. Mahasiswa aktif semester VIII prodi Ekonomi Islam UII itu kemudian berinisiatif mendirikan Lesgood.com. Lesgood merupakan aplikasi berbasis marketplace yang mempertemukan murid dengan mentor les privat di berbagai bidang. Melalui aplikasi Lesgood, pengguna dapat mencari dan memesan beraneka ragam jasa les privat yang diinginkannya. Legood juga memberi kesempatan bagi masyarakat yang ingin menjadi guru les privat untuk bergabung sesuai dengan kompetensi dan keahlian yang mereka miliki. Aba menuturkan bahwa Lesgood ini terinspirasi saat dirinya menjadi guru di sebuah TPA. “Banyak orang yang bisa ngaji tapi di sisi lain banyak anak-anak yang tidak bisa ngaji. Nah jangan sampai ada anak muda yang muslim tapi tidak bisa mengaji. Itu kan gara gara waktu masa kecilnya tidak ada yang mengajari. Saya berpikir, bagaimana menjembatani hal itu.” Ujar Aba kepada Humas UII di kampus terpadu UII belum lama ini. Dari hal tersebut muncul-lah ide bagaimana caranya orang yang punya keahlian tertentu seperti mengaji bisa diajarkan ke orang yang membutuhkan. Ia pun kemudian memberanikan diri mendirikan Lesgood. Lesgood lauching sejak 1 Agustus 2016. Pada awalnya lesgood ini diperkenalkan secara offline melalui word of mouth atau mulut ke mulut. Seiring dengan bertambahnya modal, ia pun mulai serius melakukan marketing online di antaranya melalui media sosial seperti facebook dan Google AdWords. Saat ditanya kenapa menggunakan nama lesgood Aba menjelaskan bahwa nama tersebut merupakan perpaduan antara nama Inggris dan Indonesia yakni les dan good. “Sebelumnya ingin dinamakan lesgo, pengen les tinggal go tapi waktu itu saya searching penelitian di pasar, ternyata nama itu sudah ada. Akhirnya kita pakai nama lesgood”, ujar mahasiswa yang penuh optimisme itu. Ajak Para Atlit dan Profesional Bergabung Setelah cukup mapan, Aba juga membuka cabang les di bidang-bidang lain, khususnya bidang olahraga dan skill profesional, seperti berenang, vocal, bermain musik, mengemudi, bahasa asing, dll. Ia ingin masyarakat mendapat akses terbaik untuk menimba ilmu dari para profesional. “Kita kan juga prihatin banyak atlit Indonesia yang berbakat dan pernah berjasa besar. Namun ketika pensiun skillnya kurang tersalurkan. Ini bisa jadi peluang baru”, tambah Aba. Lesgood hadir di tengah masyarakat dengan fasilitas unik yaitu murid bisa memilih pengajar sendiri, memilih jumlah siswa dalam satu kelas, memilih kapan waktu les, serta memilih biaya les sesuai keinginan. Lesgood juga menyediakan profil pengajar dengan sangat lengkap mulai dari tingkat pendidikan pengajar, riwayat prestasi pengajar, hingga kemampuan mengajar pengajar sehingga murid benar-benar mengetahui kualitas pengajar yang dipilihnya. Hadir di 7 Kota di Indonesia dengan Ratusan Pengajar Saat ini Lesgood telah memiliki 166 jenis les privat dengan jumlah pengajar mencapai 390 orang. Berawal di kota Yogya, kini Lesgood juga dapat dinikmati di 6 kabupaten/kota di Indonesia; Sleman, Bantul, Malang, Bandung, Semarang dan Solo. ”Untuk pengajarnya sendiri rata-rata mahasiswa, hampir 80%, sementara banyak juga yang berprofesi sebagai guru, supir, ada koki, singer, artis ftv juga ada juga yang masuk”, tambah Aba. Ada cerita menarik yang disampaikan Aba, “Suatu saat ada ibu-ibu yang usianya sekitar 60-an mau daftar les renang. Kita kira kan buat anak beliau, lalu kita kirim lah pengajarnya ke kolam renang yang sudah dijanjikan ketemu. Pada waktu jam les, pengajarnya menelpon kita, kebingungan karena anak didiknya ga ada?. Setelah dikonfirmasi ternyata si ibu lah yang mau belajar renang bukan anaknya. Jadi memang usia tidak menutup kesempatan untuk belajar”. Saat ditanya bagaimana rencana pengembangan ke depan, Aba mengungkapkan ingin memberi manfaat ekonomi lebih melalui Lesgood. Selain itu, ia juga ingin Lesgood bisa go nasional sehingga tiap kota ada pengajar lesgood. ”Yang jelas kita pengen gimana caranya education elevate the economy bahwa pendidikan itu akan mengangkat perekonomian. Dengan lesgood kita bisa meningkatkan taraf pendidikan dan ekonomi seseorang tidak harus dengan kuliah atau sekolah”, jelasnya. Share this entry Berita Terakhir UII Peringati HUT Ke-72 Republik Indonesia Sosial Project Akan Menjadi Agenda Rutin MABA UII Prodi Teknik Lingkungan UII Raih Akreditasi Internasional LIMA Futsal Kaskus CJYC 2017 Siap Digelar di UII Dokter Muda UII Jalani Pendidikan Klinis di RSUD Sragen Facebook
On Agustus 16, 2017 by BangAdi_GoodFather in , ,    No comments
Gazalisman Ingin Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat Melalui Industri Perkebunan
12 April 2017/ Mahasiswa UII satu ini telah banyak membantu kesejahteraan masyarakat di tempat kelahirannya melalui Industri perkebunan berbasis sosial. Muhammad Gazalisman, mahasiswa UII Jurusan Teknik Sipil tersebut adalah pemilik industri yang ia namakan Nilam Socio Enterprise. Nilam Socio Enterprise adalah sebuah perusahaan Industri perkebunan berbasis sosial, dikelola dari hulu hingga hilir untuk pasar ekspor ke berbagai negara di dunia. Bisnis yang dikelola oleh Gazalisman ini memiliki visi untuk membantu masyarakat dengan cara menyalurkan 100% keuntungan dari program perusahaan kepada masyarakat yang membutuhkan khususnya disektor pendidikan, perbaikan infrastruktur desa, dan masalah sosial lainnya. Menurut Gazalisman, inspirasi awal dalam merintis bisnis ini karena ia lahir di kota yang menjadi salah satu pusat industri perkebunan terbesar di Indonesia yakni Provinsi Riau. Namun menurutnya kehadiran industri tersebut justru lebih banyak berdampak negatif terhadap lingkungan lingkungan dan merugikan masyarakat lokal. “Masyarakat pribumi hanya dapatkan sisa makan malam para pemilik modal asing itu, seperti konsep ekonomi kapitalis Adam Smith, karena itu saya sebagai putra bangsa Indonesia, putra asli Bumi Lancang Kuning Provinsi Riau bertekad bahwa harus ada seorang pemuda yang berani serta berjiwa entrepreneur yang mau berjuang untuk kemashalatan umat, baik itu untuk lingkungan maupun ekonomi” jelasnya. Muhammad Gazalisman menuturkan kepada Humas UII ketika dihubungi melalui sambungan telepon, terjadi sebuah perubahan besar dalam hidupnya setelah menjalani bisnis ini. “Hingga kini saya punya sebuah visi kehidupan yang jelas, menjadi pengusaha yang beriman dan bertaqwa, bermanfaat bagi umat dan mampu mengubah tatanan ekonomi dunia menjadi berkeadilan bagi masyarakat sesuai syariat Islam”. Tuturnya. Berkat bisnis ini, Muhammad Gazalisman dinobatkan sebagai Sociopreneur Muda Indonesia Terbaik 2016 dan telah diundang di berbagai kota menjadi narasumber, mentor bisnis maupun juri dalam berbagai kompetisi bisnis di Indonesia. Belajar dari pengalaman pribadinya, Gazalisman berharap semakin banyak pemuda di Indonesia yang berani untuk melakukan inovasi kreatif lainnya. Di luar tengah kesibukannya membangun perusahaan, ia tetap memprioritaskan pendidikan sehingga ia tetap konsisten untuk hadir di kuliah dan menyelesaikan semua tugas dengan baik, di waktu senggang ia gunakan untuk berdiskusi dan membaca buku-buku bisnis dan dimalam hari ia gunakan untuk membangun perusahaan tahap demi tahap. Di hari libur tak jarang ia meluangkan waktu untuk mengikuti berbagai pelatihan bisnis. Sebagai Entrepreneur muda, Gazalisman juga berharap kepada seluruh pemuda di Indonesia untuk bisa terus bersinergi memberikan manfaat secara luas kepada masyarakat. Ia yakin bahwa menjadi seorang Entrepreneur adalah sebuah pilihan terbaik, karena disinilah seseorang dapat memegang peranan penting membawa misi perubahan ke arah yang lebih baik meskipun terkadang untuk mewujudkan itu harus melalui jalan berliku nan terjal. (MHH/MUS) Share this entry